Duka Bersama, Tanggung Jawab Kemanusiaan
Kebakaran yang melanda kawasan lahan bedeng Jalan Nakula, Denpasar, menghanguskan tempat tinggal warga dan menyisakan duka mendalam bagi para korban. PT Qinar Raya Mandiri menyalurkan bantuan kebakaran Nakula Denpasar pada Kamis, 3 September 2026. Perwakilan manajemen dan karyawan turut hadir langsung untuk datang ke posko darurat bencana. Duka yang dirasakan para korban pun dirasakan juga oleh keluarga besar perusahaan.
Penyaluran Bantuan Kebakaran Nakula Denpasar ke Titik Pengungsian
Di tengah pemandangan puing-puing sisa kebakaran dan tenda darurat yang berdiri di lokasi, rombongan PT Qinar Raya Mandiri menyerahkan paket logistik esensial secara langsung kepada perwakilan relawan dan warga terdampak. Bantuan yang disalurkan mencakup perlengkapan kebersihan, hingga logistik penunjang lain yang dibutuhkan warga di pengungsian. Langkah ini diambil agar kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi secara cepat pada masa transisi pemulihan pascabencana.
Kehadiran tim PT Qinar Raya Mandiri di lokasi posko disambut oleh para koordinator relawan penanggulangan bencana setempat. Penyaluran bantuan ini juga melibatkan Paguyuban Masyarakat Probolinggo Bali (IMPB) dan aparat kepolisian yang bertugas menjaga ketertiban serta keamanan posko. Serah terima bantuan berlangsung dengan dialog antara tim perusahaan, relawan, dan warga, mencerminkan kerja sama lintas elemen dalam menangani situasi darurat.
“Kami melihat langsung kondisi warga yang kehilangan tempat tinggal, dan bagi kami itu bukan sekadar berita yang cukup direspons dengan simpati. Ini panggilan yang harus dijawab dengan tindakan,” ujar Yusuf Ali, Direktur Utama PT Qinar Raya Mandiri.
Semangat untuk Pulih dan Bangkit Bersama
Aksi ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial PT Qinar Raya Mandiri terhadap lingkungan sekitar, khususnya di wilayah Bali. Bantuan yang diserahkan diharapkan meringankan kebutuhan mendesak para korban secara fisik. Sekaligus menjadi dukungan moral bagi warga terdampak kebakaran Jalan Nakula untuk berangsur menata kembali kehidupan mereka.


